Open Trip P Pari(9-10 November 2013) Part II bersama TripHemat

Melanjutkan dari part I. Keindahan alam bawah laut di Kep.Seribu memang indah terutama bagi kita yang setiap hari bekerja dibalik meja dan duduk tenang menunggu jam pulang. Kami bersnorklin ria di spot pertama tidak lama sekitar 20-30 menit saja.

Mbak Ale kemudian membawa kami menuju tempat kedua yaitu, Pulau Tikus. Pulau Tikus merupakan sebuah pulau kecil yang ukurannya kira2 sedikit lebih besar dari lapangan sepakbola. Pulau ini merupakan pulau yang tidak berpenghuni,tidak ada rumah, warung, toilet di pulau ini. Tujuan kami disini hanya mengelilingi pulau sambil foto-foto. Sesampai di Pulau Tikus, ternyata sudah banyak wisatawan yang sudah menapakkan kaki di pulau tersebut.

Foto dulu di Pulau Tikus

Pulau ini bisa dibilang kotor, banyak sekali sampah-sampah berserakan. Yang dimaksud sampah disini seperti sofa, potongan kayu, dan benda-benda lain yang sepertinya terdampar di pulau ini. Kata mbak Ale, itu semua adalah buangan dari Jakarta terkena arus dan terdampar disini. Untuk mengelilingi Pulau ini disarankan menggunakan sandal karena pesisir pantainya di penuhi karang yang lumayan sakit jika di injak.

Selesai mengelilingi pulau, kami diajak ke spot snorkling yang kedua dan juga terakhir. Posisinya tidak jauh dari Pulau Pari tempat kami menginap. Di spot ini dipenuhi bulu babi/landak laut(sea urchin) yang cukup besar dan banyak. warna air juga sedikit lebih keruh dari yang pertama. Hasilnya kami tidak lama disini karena jika dibandingkan dengan spot pertama, spot kedua kurang bagus. Kepulangan kami menuju pantai ditemani oleh ombak yang cukup besar untuk membuat seorang cew(mbak eny) teriak. Jam 5 tepat kami sampai di Pelabuhan dengan kondisi capek,lapar, dan haus. Malam hari setelah makan malam, kami diajak mbak Ale untuk barbeque party sambil menikmati indahnya malam di pantai pasir perawan. Kegiatan di pantai tersebut sangat ramai, tidak hanya kelompok yang camping tapi semua wisatawan berkumpul disana. Ada yang menyanyi bersama kelompoknya, ada juga yang melakukan aksi teatrikal, konser dan yang lainnya.  Jam 12 kami kembali ke Homestay dan istirahat.

The Sun, a kid , and the sea

Jam 5 pagi kami menuju pantai pasir perawan untuk melihat sunrise, sayangnya kami terlambat untuk benar-benar melihat sunrise dari awal. Sambil menunggu sarapan datang kami mengexplore pantai pasir perawan. Disana sangat berbeda jika dibandingkan dengan malam hari kemarin. Disini terdapat sekitar 4 warung yang siap melayani kebutuhan wisatawan. Disediakan juga hammock bagi yang ingin beristirahat di pantai, dan masih banyak fasilitas lainnya. Sebenernya untuk masuk ke kawasan pantai ini pengunjung wajib membayar 3500 dan tambahan 11.000 jika ingin berkemah dipantai ini. Namun, mungkin karena masih terlalu pagi penjaganya belum datang sehingga kami masuk dengan gratis.

Jam 7 kami kembali ke homestay untuk sarapan. Agenda setelah sarapan adalah mengelilingi pulau. Tujuan pertama kami adalah pantai LIPI, yaitu pantai yang berada di sebelah kiri pulau dan menjadi kawasan konservasi biota laut seperti bintang laut, kepiting,dll. Didaerah ini pengunjung dilarang untuk mengambil biota laut yang ada hanya boleh melihat dan memegang. Jika saya bandingkan dengan pantai-pantai yang lain yang ada di pulau Pari, pantai inilah pantai dengan air yang paling jernih, banyak biota laut dan juga bakau.

Tujuan akhir kami adalah pantai pasir perawan(kembali lagi kesini) kali ini kami bertiga(saya,jeje,dan mbak Eny) sudah berniat untuk naik kanoe. Harga sewa kanoe 35.000 untuk 1 kanoe. kanoe dengan 2 seat seharga 70.000 waktu pemakaian adalah satu jam. Jadi selama satu jam kita bebas mengelilingi pantai ini. Pantai pasir perawan ini cukup dangkal, kedalaman paling tinggi hanya seukuran paha orang dewasa. jadi jangan takut bermain air disini. Ombak juga sangat tenang,bahkan saya bisa berenang dengan santai. Jam 10 kami kembali menuju homestay. setelah mandi dan istirahat jam 11.30 kami diberitahu bahwa kapal sudah siap berangkat. Jam 12 kami sudah di kapal dan sayangnya kapal sudah cukup penuh susah untuk mendapatkan tempat duduk disini. Jadinya dengan beralaskan 3 life jacket saya berhasil tidur 😀

Hasil dari liburan kali ini adalah Kep. seribu jika dibandingkan dengan keindahan ditempat lain seperti Karimun Jawa, Bunaken memang sangat berbeda, namun bagi kita yang masih belum bisa ke tempat-tempat tersebut Kep.Seribu bisa jadi pilihan alternatif untuk menikmati indahnya alam. Sekian postingan saya hari ini semoga bermanfaat 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s